Kami Bersama Andrie Yunus: Serangan Terhadap Aktivis Harus Diusut Tuntas

Buktikan bahwa negara masih melindungi hak warganya untuk bersuara, bukan malah membiarkan atau bahkan membungkamnya

Kami Bersama Andrie Yunus: Serangan Terhadap Aktivis Harus Diusut Tuntas
Andrie Yunus (Foto: redaksipolitik.com/Amensty Internasional)

REDAKSIPOLITIK.COM – Setelah menyelesaikan rekaman podcast yang membahas isu sensitif seputar militerisme dan revisi undang-undang terkait peran TNI, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, diserang secara brutal.

Seorang atau beberapa orang tak dikenal menyiramkan cairan keras ke tubuhnya. Luka bakar kimiawi menimpa wajah, mata, dada, dan tangan—bagian vital yang membuat korban harus menjalani perawatan intensif.

Kejadian ini bukan sekadar kekerasan fisik biasa. Ini adalah aksi teror yang jelas-jelas bermaksud membungkam suara kritis.

BACA JUGA: Hadiri Diskusi Soal Remiliterisme, Aktivis KonTras Andrie Yunus Disiram Air Keras

Andrie Yunus bukan aktivis baru. Bertahun-tahun ia berada di garis depan pembelaan hak asasi manusia, termasuk mengawal kasus-kasus kekerasan negara, mendampingi korban pelanggaran HAM berat, serta secara konsisten mengkritik kebijakan yang berpotensi memperluas kekuasaan militer di ranah sipil.

Serangan terhadapnya terjadi di saat publik sedang ramai membahas isu yang sama: perluasan wewenang TNI dan ancaman terhadap supremasi sipil. Waktu dan konteksnya terlalu tepat untuk dianggap kebetulan.

Teror Berulang pada Aktivis

Sayangnya, ini bukan pengalaman pertama Andrie menghadapi intimidasi.

Sebelumnya, kantor KontraS pernah didatangi orang tak dikenal di tengah malam, diikuti ancaman telepon, penguntitan, dan berbagai bentuk tekanan setelah aksi protes terhadap pembahasan undang-undang yang kontroversial.

Pola yang sama berulang: kritik tajam terhadap kebijakan negara direspons dengan teror fisik atau psikologis.

Fenomena ini tidak terbatas pada satu nama. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivis, jurnalis, dan pembela HAM lain juga mengalami serangan serupa.

Ada yang mendapat kiriman bangkai hewan berdarah di depan rumah, bom molotov dilempar ke halaman, akun media sosial diretas, hingga ancaman pembunuhan terbuka.

BACA JUGA: Soal Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Pemerintah Mengaku Belum Tahu

Semakin kencang suara kritik terhadap kebijakan pemerintah atau militer, semakin nyata ancaman yang mereka terima. Ini bukan kebetulan. Ini pola.

Teror semacam ini bukan hanya menyerang individu. Ia menyerang hak setiap warga negara untuk berpendapat, mengkritik, dan mengawal jalannya pemerintahan.

Ketika seorang aktivis HAM yang memperjuangkan korban kekerasan negara justru menjadi korban kekerasan serupa, maka demokrasi sedang mengalami pendarahan hebat.

Ruang sipil yang seharusnya menjadi arena perdebatan bebas perlahan berubah menjadi medan ketakutan.

Tuntutan untuk Pemerintah

Kami mengecam keras aksi teror terhadap Andrie Yunus dan seluruh bentuk intimidasi terhadap pembela HAM lainnya.

Penyiraman air keras bukan sekadar tindak pidana kekerasan fisik; ini adalah upaya sistematis untuk membungkam suara kritis dan menciptakan efek chilling terhadap kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.

Kepada pemerintah dan aparat penegak hukum, kami menuntut hal yang paling mendasar: usut tuntas kasus ini hingga ke akarnya. Jangan hanya menangkap pelaku lapangan.

Cari tahu siapa yang memesan, siapa yang merencanakan, dan apa motif sebenarnya di balik serangan ini. Berikan perlindungan nyata bagi Andrie Yunus, keluarganya, serta seluruh aktivis KontraS dan organisasi HAM lain yang kini merasa terancam.

BACA JUGA: Indonesia dan Diplomasi Bebas Aktif di Tengah Badai Konflik AS-Iran

Buktikan bahwa negara masih melindungi hak warganya untuk bersuara, bukan malah membiarkan atau bahkan membungkamnya.

Jika kasus ini dibiarkan menggantung seperti banyak kasus intimidasi sebelumnya, maka pesan yang tersampaikan sangat jelas: bersuara kritis sama dengan mengundang bahaya.

Itu bukan pesan yang boleh diterima di negara yang mengklaim diri sebagai demokrasi.

Kami mengajak seluruh masyarakat—dari berbagai latar belakang dan pandangan politik—untuk terus mengawal kasus ini.

Jangan biarkan teror memenangkan pertarungan. Lindungi Andrie Yunus hari ini berarti melindungi hak setiap orang untuk tidak takut bersuara besok.

Usut tuntas. Sekarang juga.

Exit mobile version